Wednesday, April 20, 2011

"Cinta di Jembatan Busway"

Kareen bergegas jalan dari shelter busway menuju depan kantornya karena jam di hape nya sudah menunjukkan 7.35. Sebenarnya masih terlalu pagi untuknya sampai jam segitu. Tapi bukan kerjaan di kantor yang membuatnya terburu-buru. Hari itu tepat 3 bulan dia tidak pernah bertemu dengan seseorang yang dulu selalu papasan dengannya setiap pagi. Yah, sebut saja ia "Blen". "Hm, apakah hari ini akan ketemu atau tidak ya?" Gumam Kareen dalam hati. Sesaat berjalan mengangkat kepala, 20 m berjalan juga seseorang yang membuatnya semangat untuk datang ke kantor. Yak, akhirnya mereka bertemu juga. Tidak seperti biasa, Kareen mencoba untuk berjalan biasa saja dan melihat ke depan. Begitu pun Blen. Derap langkah mereka semakin dekat. Akhirnya mereka bertatapan dan saling melempar senyum. Huwa, dunia serasa berenti 3 detik bagi Kareen. Tak pernah dilihatnya Blen menyunggingkan senyum semanis itu. Hari berlalu dengan begitu cepat. Seharian itu Kareen benar - benar merasa bahagia. ......Pret. ;p

15 May,
Senang sekali Kareen memakai kaftan  maroon barunya untuk datang ke pernikahan rekan kantornya. Bersama Flow dan Gladys, mereka berangkat naek taxi menuju "Pacific Place" tempat berlangsungnya resepsi. Ketiga gadis manis itu tampak kompak dengan balutan gaunnya masing masing. Saat tiba di pesta, Kareen segera menggeret tangan kedua temannya untuk segera bersalaman dengan sang pengantin. "Eh, buruan yuk salaman dulu, gw udah laper banget nie, biar kita segera makan." Mumpung belum banyak tamu yang datang . Tambah Kareen. Setelah itu mereka menuju antrian meja prasmanan. Di depan Kareen ada lelaki tinggi dengan jas rapinya. "Sepertinya gw kenal dengan punggung ini" Kata Kareen sotoy dalam hati. Lama menanti antrian, akhirnya lelaki itu menengok karena mungkin heran melihat cewek2 di belakangnya asik mengobrol tentang Comunitas Gobak Sodor. Nah, si Kareen juga melihat lelaki di depannya dan ternyata benar. Lelaki itu tidak asing lagi baginya. ya, dia Blen. Cowok pagi yang membuatnya cenat cenut dan semangat menjalani hari-hari.

Akhirnya Blen menegur duluan. "Lo yang tiap hari lewat di halte busway KaKu ya?" tanya Blen meyakinkan. Hm, iya. Lo juga yang tiap hari markir mobil di kantor gw dan lanjut perjalanan.dengan busway. Tanggap Kareen. "Gw Blen" Sambil mengulurkan tangan Blen mengajak Kareen berjabat tangan. "Dengan sigap Kareen memberi sinyal dia tidak mau bersentuhan tangan. Blen pun mengerti. Akhirnya mereka berlanjut bercakap- cakap sambil menghabiskan makanan. Flow dan Gladys pun menjadi bete karena dicuekin oleh Kareen.

Malam itu menjadi malam yang sangat indah untuk Kareen. Betapa tidak, keajaiban sekali dia bisa bertemu Glen dan akhirnya mereka berkenalan. Di lihatnya her lovely BB, dan seketika matanya yang sudah ngantuk sekali tiba2 terbuka dan melompat dari tempat tidur untuk membaca BBM. Benar, ternyata dari Blen. "Udah tidur Non? Nice dream yah". Besok breakfast yu di Wendiys di lantai 1 kantor kamu. Jreng, senyum senyum jorok lah si Kareen. "Mimpi apa gw semalem Ya Allah" teriak Kareen kenceng. "Ok, see you tomorrow". BBM itu pun dikirim ke Blen.

End of Episode 1

No comments:

Post a Comment

Post a Comment